FANDOM


PROLOGUE 

Renzhou, seorang artis papan atas, terlihat tengah memarahi seorang staff di ruang syuting film yang akan dibintanginya.

"Kok bisa rusak, sih?! Aku tidak mau tahu, pokoknya harus kamu ganti!Renpanggilan akrabnyamenenteng sebuah tas yang talinya lepas sebelah. "Ini tas mahal! Hanya dibuat terbatas," masih dengan sebuah bentakan.

"M-maafkan saya. S-saya akan berusaha menggantinya," ujar staff itu pelan. Ia menunduk dalam.

"Huh! Orang sepertimu tidak akan bisa menggantinya meskipun kamu bekerja seumur hidupmu," Ren berujar angkuh.

"Sudahlah, Ren. Dia tidak sengaja," Yuki datang dengan sebuah senyum tipis. Ia menepuk pelan pundak Ren. "Kamu boleh pergi. Biar kuselesaikan urusan ini." Pinta Yuki pada staff yang masih tertunduk itu. Staff tersebut segera mengambil langkah seribu.

"Apa yang kamu lakukan, Yuki? Kenapa seenaknya membiarkan orang ceroboh itu pergi?" Ren tampak kesal.

"Sifatmu itu harus diubah tahu! Dia tidak sengaja. Lagipula kamu punya banyak tas, 'kan?" Yuki menyipitkan matanya.

"Huh... Iya iya, aku tahu." Ren meminum sebotol air mineral yang berada di dekatnya. Lalu melenggang pergi tanpa memperdulikan Yuki.


Other place...

"Gill!!! Jangan terus-menerus kabur dari pemotretan!" Seseorang menyeret pemuda yang kita ketahui bernama Gill.

"L-lepaskan aku, Fujiki!" Gill meronta.

"Tidak. Ini sudah kelima kalinya kau kabur," tiga buah sudut siku-siku muncul di pelipis Fujiki.

"Aku kan bosan,Gill merajuk.

"Tidak!"

"Ayolaahh..."

"Sekali tidak tetap tidak, Gill!" Fujiki melepaskan kerah Gill di depan fotografer. "Urus dia! Aku lelah harus menyeretnya setiap hari." Fujiki memijit dahinya pelan.

Sang fotografer mengangguk dan memanggil beberapa orang untuk membantunya mempersiapkan pemotretan.

"Jangan pernah mencoba untuk kabur lagi!" Fujiki memberikan tatapan tajamnya pada Gill dan duduk di kursi yang berada di sudut ruangan.

"Iya iya," Gill menanggapi dengan malas. Ia menggerutu dalam hati.


TBC-image